Resahkan Pengunjung, Pelaku Pencurian di Air Terjun Perjiwa Berhasil Dibekuk
Foto: Pelaku dan sejumlah
barang bukti yang berhasil di amankan polres Kukar. (Doc. Polres Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pelaku pencurian yang meresahkan pengunjung di kawasan wisata Air Terjun Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, akhirnya berhasil dibekuk oleh jajaran Sat Reskrim Polres Kutai Kartanegara (Kukar) pada Senin (27/4/2026).
Kasat
Reskrim Polres Kukar, AKP Ecky Widi Prawira, menjelaskan kasus ini bermula dari
laporan korban, Helda Juliana atas kejadian pencurian yang terjadi pada Selasa
(14/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita di kawasan Air Terjun Perjiwa.
“Korban
datang bersama rekannya ke Air Terjun Perjiwa, kemudian meletakkan barang di
gazebo dan pergi berenang. Saat kembali, korban melihat laki-laki yang
sebelumnya mencurigakan sudah tidak ada, dan setelah dicek barang-barangnya
juga hilang,” ujarnya.
Dalam
kejadian tersebut korban kehilangan dompet, satu unit handphone iPhone 13, satu
unit iPhone 7, serta tas make up. Atas wakejadian itu, korban mengalami
kerugian sebesar Rp10,3 juta.
“Korban
kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kukar, dan langsung kami tindak
lanjuti dengan mendatangi TKP serta melakukan penyelidikan,” lanjutnya.
Berdasarkan
dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, petugas mengantongi ciri-ciri
pelaku yang mengarah pada seorang pria berinisial JC (48).
“Tim
Alligator kemudian melakukan penyisiran di wilayah tersebut. Tidak lama, pelaku
berhasil ditemukan saat berada di depan rumahnya dalam kondisi tertidur sekitar
pukul 15.00 Wita,” jelasnya.
Saat
dilakukan penggeledahan di rumah pelaku, petugas menemukan barang hasil tindak
pidana lain berupa dompet yang berisi dokumen penting seperti KTP, SIM, dan
kartu ATM.
“Selanjutnya
pelaku beserta barang bukti langsung kami amankan dan dibawa ke Polres Kukar
untuk proses hukum lebih lanjut,” ucapnya.
Ia
mengungkapkan bahwa pelaku merupakan residivis dan diduga telah beberapa kali
melakukan pencurian di kawasan wisata Air Terjun Perjiwa.
“Kasus
ini masih kami kembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain dari
aksi pelaku,” tutupnya. (kriz)